Pilih Model Simulasi
Dua pendekatan pengembangan dengan struktur modal yang berbeda. Gunakan model di bawah untuk mengeksplorasi skenario, mengubah asumsi, dan membandingkan hasil sebelum mengambil keputusan investasi.
Model KSO Standard
Full development — investor biayai semua konstruksi
Investor membiayai seluruh infrastruktur dan konstruksi gudang. Unit dijual setelah selesai dibangun. Modal awal lebih besar namun model lebih sederhana dan cocok untuk proyek kompak dengan pembeli yang sudah ada.
Buka Model KSO Standard →
Simulasi Build-to-Order
Indent scheme — unit dibangun setelah pembeli bayar DP
Investor hanya biayai pematangan lahan dan 1 unit contoh. Unit berikutnya dibangun menggunakan DP dan termin dari pembeli. Modal jauh lebih kecil, risiko kenaikan biaya konstruksi lebih terkontrol.
Buka Simulasi Build-to-Order →
Perbandingan Kedua Model
| Parameter | Model KSO Standard | Build-to-Order |
|---|---|---|
| Investor biayai apa | Infra + seluruh konstruksi gudang | Infra + 1 unit contoh saja |
| Siapa yang bangun gudang | Investor (sebagai developer) | Investor, dibiayai pembeli via DP + termin |
| Modal awal investor | ~Rp 49 Miliar | ~Rp 19 Miliar |
| Kapan investor terima uang | Setelah unit selesai dibangun & terjual | Sejak booking + DP diterima, sebelum konstruksi |
| Risiko harga konstruksi naik | Ditanggung penuh investor | Dapat disesuaikan per-unit sebelum bangun |
| Pematangan lahan | Sama — 26.230 m² · Rp 600rb/m² · dapat dilakukan bertahap per zona | |